Database Komunitas Pekerja Waspada Perusahaan Palsu/ Penipu/ Meragukan/ Tidak Operasional

Setiap pekerja pasti mendambakan bekerja di sebuah perusahaan yang memiliki nama baik di Indonesia bahkan Internasional. Bagi para calon pekerja harus selalu waspada akan informasi lowongan kerja, baik yang berasal dari instansi swasta , pemerintah bahkan lowongan pekerjaan di Luar negeri. Pasalnya, modus penipuan dalam dunia pekerjaan kian marak terjadi dan tidak sedikit korban yang termakan informasi hoax. 

Sayangnya, kemajuan teknologi yang semakin unggul sering dimanfaatkan oleh beberapa oknum guna menyebarkan informasi lowongan kerja palsu yang beratasnamakan perusahaan-perusahaan ternama. Dan juga terdapat beberapa kasus informasi palsu mengenai lowongan kerja ke luar negeri dengan menjanjikan gaji yang fantastis. Hal itu lah yang membuat para calon pekerja menjadi terpancing dan termakan informasi palsu. Dan menjadi salah satu bentuk penipuan yang berkedok rekrutmen pekerjaan.

Agar terhindar dari hal tersebut dan tidak menjadi korban, para calon pekerja ataupun fresh graduate tentu wajib mengetahui ciri-ciri informasi lowongan kerja palsu, menipu, meragukan, hingga tidak operasional, dan selalu waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang berasal dari media sosial. 

Ciri-Ciri Informasi Lowongan Kerja Palsu Yang Perlu Diwaspadai :

 

  • Informasi dan Nama perusahaan atau kantor tidak jelas

Sering kali ditemukan informasi dan nama perusahaan yang tidak jelas atau tidak valid. Terdapat banyak informasi pekerjaan atas nama perusahaan-perusahaan ternama bahkan BUMN mengadakan rekrutmen kerja untuk banyak posisi. Maka dari itu, pentingnya untuk memastikan sumber informasi dari website atau sumber yang terpercaya. 

 

  • Terdapat pungutan biaya terhadap calon pekerja atau pelamar saat perekrutan.

Hal yang sering terjadi pada lowongan kerja palsu selanjutnya adalah terdapat pungutan biaya terhadap pelamar atau calon pekerja untuk proses rekrutmen dengan berbagai alasan. Jika menemukan lowongan yang seperti ini,  kamu perlu waspada karena perusahaan asli biasanya tidak akan meminta biaya apapun sejak interview hingga offering letter.

 

  • Meminta data atau informasi pribadi

Hal yang paling rawan adalah jika dimintai data pribadi pada lowongan pekerjaan. Misalnya seperti nomor Kartu Keluarga (KK), nomor KTP, nomor NPWP, bahkan meminta calon pelamar untuk mengirimkan foto selfie dengan KTP. Data dan informasi pribadi adalah sesuatu yang bersifat  rahasia, jangan diberikan apabila terdapat lowongan pekerjaan dengan persyaratan seperti ini.

 

  • Persyaratan dan Penerimaan pelamar yang terlalu mudah

Salah satu tanda lowongan kerja palsu adalah persyaratan dan penerimaan yang tidak masuk akal, tanpa tes, menerima semua jenjang pendidikan, tidak butuh pengalaman kerja, dan dapat langsung bekerja esok harinya. Umumnya, perusahaan asli membutuhkan 1 sampai 2 minggu proses rekrutmen dan tentu membutuhkan pekerja yang kompeten demi kebaikan perusahaan.

 

  • Mendapatkan panggilan interview meski tidak melamar.

Beberapa oknum yang melakukan penipuan berkedok lamaran kerja juga melancarkan aksinya dengan cara langsung melakukan panggilan ke tahap interview meskipun korabn tidak pernah melamar. Anda sangat perlu berhati-hati apabila anda mendapatkan panggilan interview atau wawancara yang tiba-tiba tanpa anda melamar, terlebih lagi jika anda adalah seseorang yang sering terburu-buru. Kecuali jika anda memiliki network mungkin dari LinkedIn yang statusnya jelas berprofesi sebagai head hunter. Yang biasanya memiliki tugas untuk mencari kandidat yang bisa berpotensi untuk mengembangkan perusahaannya. 

 

  • Menyebutkan nominal gaji yang fantastis

Biasanya lowongan kerja palsu selalu menyebutkan nominal gaji yang fantastis dan menggiurkan pada lembar undangan kerja. Padahal , seharusnya gaji akan diberitahukan oleh HRD setelah pelamar lolos seleksi tes dan wawancara melalui offering letter. Setiap orang pasti menginginkan gaji yang besar meski kriteria pendidikan atau pengalaman tidak terlalu tinggi. Namun, patut dicurigai apabila anda menerima lowongan kerja yang langsung memberikan nominal gaji yang besar bahkan melebihi standar pada umumnya.

 

  • Domain perusahaan yang mencurigakan atau menggunakan email gratis

Umumnya perusahaan asli memiliki domain resmi untuk perekrutan. Jika calon pekerja dihubungi untuk undangan wawancara oleh pihak oknum yang mengaku sebagai HRD, namun alamat email yang digunakan adalah domain pribadi atau gratis seperti yahoo atau gmail, para calon pekerja patut mencurigai lowongan tersebut. Email gratis ini bukan berarti email abal-abal, akan tetapi email yang bisa digunakan oleh siapa saja. Karena biasanya perusahaan resmi memiliki email resmi dengan domain website atau situs perusahaan mereka. 

 

  • Banyak kesalahan pada penulisan atau tata bahasanya yang berantakan dan tidak baku pada surat undangan resmi

Suatu perusahaan besar umumnya selalu menggunakan surat-surat resmi salah satunya yakni untuk surat undangan wawancara, dan selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan formal. Jika  anda menemukan informasi lowongan kerja dengan bahasa yang berantakan, tidak baku, dan banyak kesalahan (typo) kemungkinan besar itu adalah informasi lowongan palsu.

 

  • Kerap terjadi hanya melalui chat online, broadcast dan SMS

Meski terdapat beberapa perusahaan resmi yang melakukan panggilan wawancara melalui online karena masa pandemi, biasanya dilakukan melalui Google meet, zoom, via telepon , dan sebagainya. Namun lowongan kerja palsu akan mengadakan seluruh proses rekrutment cukup hanya melalui chat online saja. Dan juga sering kalimenyebarkan informasi lowongan kerja di suatu forum chat melalui broadcast dan SMS. 

 

  • Alamat kantor yang jauh dari domisili

Hati-hati apabila anda menemukan informasi lowongan pekerjaan yang mengaku memiliki cabang yang berlokasi di daerah lain selain yang ada di website resminya dan jauh dari tempat anda tinggal. Hal ini merupakan tanda-tanda lowongan kerja palsu. Biasanya hal ini terjadi karena semakin jauh domisili korban, akan semakin mudah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ciri-Ciri Penipuan Lowongan Kerja ke Luar Negeri :

 

Dilansir dari unggahan Instagram Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia, bahwa pemerintah menegaskan pekerja WNI wajib waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri apalagi yang berasal dari media sosial.

Perlu diketahui, bahwa terdapat 3 lembaga perusahaan yang dapat menempatkan pekerja migran Indonesia yaitu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan perusahaan yang menempatkan Pekerja Migran Indonesia untuk kepentingan perusahaan sendiri dengan memiliki izin dari Menteri Ketenagakerjaan. Proses bekerja ke luar negeri dilakukan di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Untuk dapat mengetahui penipuan lowongan kerja ke Luar Negeri, berikut merupakan ciri-citi penipuan lowongan kerja yang dijelaskan oleh Kemenaker :

 

  • Informasi lowongan lerja berasal dari akun media sosial milik pribadi seseorang yang tidak terdaftar sebagai Perusahaan penempatan Pekerjaan Migran Indonesia (P3MI), yang juga memiliki syarat yang cenderung ringan atau terlalu mudah.

 

  • Menawarkan gaji yang sangat fantastis. Dan biasanya lowongan kerja ini juga memungut biaya pendaftaran.

 

  • Lowongan kerja meminta data pribadi secara langsung. '

 

  • Dalam proses bekerja pada lowongan penipuan ini, calon pekerja  kan menggunakan visa kunjungan atau wisata. Bukan visa kerja, yang mana seharusnya jika kerja di luar negeri pekerja akan menggunakan visa kerja.

 

  • Penipuan lowongan kerja ke luar negeri biasanya juga dijanjikan tanggungan dan seluruh biaya keberangkatan ke negara tujuan oleh Perusahaan abal-abal ini.

 

  • Ciri -ciri yang terakhir adalah penipuan lowongan kerja ke luar negeri tidak terdapat kontrak kerja dan tidak jelas dari awal sebelum keberangkatan

Cara Mengetahui Valid atau Tidaknya Informasi Lowongan Kerja :

 

  • Kunjungi situs resmi atau akun sosial media resmi milik perusahaan terkait .
  • Pastikan kejelasan posisi pekerjaan yang ditawarkan dan waspada terhadap pencantuman nama-nama pelamar.
  • Jangan ceroboh untuk memberikan data pribadi yang sensitif seperti nomor Kartu Keluarga, nomor KTP, nomor NPWP, dan data-data pribadi lainnya
  • Pastikan mendapat balasan dari saluran resmi perusahaan .