Prefensi Gaya Kerja Generasi Z , Pimpinan Perusahaan Perlu Tahu !

Generasi z kini mulai mendominasi angkatan pekerjaan. Generasi z sebagai bagian dari generasi milenial yang tentunya memiliki kepribadian dan karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Umumnya, generasi baru setelah generasi milenial ini dikenal dengan kemampuannya tentang segala sesuatu yang berbasis digital atau segala sesuatu yang berhubungan dengan internet. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai bagaimana sih karakteristik atau gaya kerja dari generasi z? Para pemilik perusahaan wajib mengetahuinya demi kelancaran kegiatan pekerjaan atau operasional pekerjaan dalam perusahaan. Untuk itu, mari simak artikel ini sampai akhir ya!

Sekilas Tentang Generasi Z

Generasi z merupakan kelompok individu yang lahir pada tahun 1996 hingga 2012. Generasi ini juga sering disebut dengan iGeneration, generasi internet atau generasi net. Sejak kelahirannya, generasi ini juga sudah akrab dikenalkan dengan teknologi yang ada. Mereka cenderung memiliki karakter yang sama dengan generasi milenial. Saat ini mereka telah memasuki usia 20,  yakni usia yang dimana seseorang pada umumnya sudah mulai memikirkan masa depan, keuangan, dan jenjang karir. 

Milenial dan Generasi z merupakan dua generasi yang terpisah secara nilai, tujuan , dan prioritas yang berbeda. Setiap generasi tentu memiliki perbedaan perespektif dan keunikan tersendiri terkait karakter dalam pembicaraan karir dan impian. Contohnya, generasi milenial lebih menyukai kebebasan dan fleksibilitas. Sedangkan generasi z cenderung memikirkan keamanan dan kestabilan meski mereka tetap menyukai kebebasan dan fleksibilitas waktu. Lantas, bagaimana gaya kerja generasi z serta ekspetasi mereka dalam hal karir ?

Preferensi Gaya Kerja Generasi Z

Perlu diketahui, generasi z lebih senang mencari tantangan yang baru dan dibesarkan dalam perusahaan yang memiliki loyalitas dan relatif umum praktiknya. Mereka cenderung menyukai pekerjaan yang job desc-nya jelas dan sesuai. Generasi z cenderung pragmatis karena mereka tumbuh setelah The Great Recession yang mana pada masa itu mereka masih anak-anak. Mungkin mereka telah melihat orang tua mereka mengalami masalah kesulitan finansial , dan sebagian besar hidup mereka telah dipengaruhi oleh perjuangan terkait peristiwa tersebut. 77 % dari generasi z berkeyakinan bahwa mereka harus bekerja lebih keras dari generasi sebelumnya untuk mendapatkan kehidupan yang profesional dan ekspetasi yang memuaskan. 

Kecendrungan mereka untuk bersinggung melalui dunia maya menyebabkan karakteristik mereka berbeda dengan generasi sebelumnya. untuk itu, berikut adalah karakter dan preferensi gaya kerja generasi z yang harus diperhitungkan para pemimpin perusahaan sebelim memberi kesempatan pada mereka untuk menjadi karyawan di perusahaan anda. 

  1. Lebih menyukai bekerja sendiri dari pada berkelompok

Jika generasi milenial percaya bahwa kerja dengan cara kolaborasi akan membawa perusahaan menjadi lebih baik, berbeda dengan generasi z. Generasi z percaya bahwa mengurangi kerja kolektif dan lebih memilih untuk mengejar eksklusivitas jauh lebih penting, persaingan yang tinggi diperusahaan diyakini oleh mereka sebagai alat untuk mengukur kemampuan dan keunggulan mereka untuk mengerjakan sebuah tugas.

  1. Lebih terbuka dan menerima perubahan

Niat yang besar untuk maju dan tingginya pengetahuan serta wawasan yang mereka miliki wajar terjadi karena generasi z tumbuh di era yang memudahkan manusia untuk mengetahui dan mencari informasi hal yang baru. Karakter keterbukaan yang dimiliki oleh generasi z ini menjadi hal yang diunggulkan oleh generasi z saat memasuki dunia kerja. Mereka mudah menerima saran, masukan, bahkan kritik dari generasi sebelumnya yang sudah mengenyam dunia kerja lebih dulu dari mereka. Dengan karakter tersebut , generasi z memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk memberikan kemampuan terbaik, dari sanalah mereka akan mengusahakan untuk memberi pengaruh besar bagi kemajuan perusahaan. Keadaan dunia yang terus menerus berubah sepanjang waktu menyebbakan generasi z lebih terbuka terhadap perubahan yang terjadi. Sehingga mereka cemderung fleksibel dan mudah beradaptasi.

  1. Mudah mengalami demotivasi

Salah satu karakter negartif yang dimiliki oleh generasi z ini adalah mudah mengalami runtuhnya rasa semangat atau demotivasi, rendahnya gairah, dan ingin menyerah. Tingginya angka demotivasi ini dapat disebabkan oleh hasrat besar untuk sukses, suasana kantor , dan keinginan gaji yang tinggi. 

  1. Memiliki keinginan besar untuk mendapatkan apresiasi

Keinginan untuk bersaing yang tinggi menyebabkan generasi z memiliki harapan besar untuk perusahaan. Salah satu caranya adalah sengan memperoleh apresiasi. Sejak hari pertama masuk di sebuah perusahaan mereka memiliki harapan untuk diberikan kesempatan berkembang baik itu melalui pembelajaran personal atau melalui sebuah project penting. Selain gaji, sebuah kesempatan berkembang merupakan bentuk apresiasi bagi mereka. 

  1. Berharap besar pada internet

Berdasarkan riset Forbes,2017 lalu, 90% generasi Z di Amerika Serikar memiliki jejak digital. Bahkan berdasarkan studi yang dilakukan Vision Critical, kebanyakan dari mereka mempelajari tugas-tugas mereka di dunia pekerjaan menggunakan internet. Karena itu, tidak heran jika generasi z akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dunia maya dibandingkan dengan rekan kerjanya. 

  1. Peduli kesehatan mental 

Pegawai yang lahir sebagai generasi z ini juga peduli tentang isu kesehatan mental. Maraknya kasus bunuh diri, depresi, dan gangguan kesehatan mental lainnya yang telah banyak terjadi menyebabkan generasi z peduli akan isu kesehatan mental. Perusahaan bisa menunjukkan kepedulian terhadap hal ini dengan membentuk sistem kerja work-life balance. 

  1. Kemampuan multitasking 

Seringnya mereka membagi waktu terkait berbagai tugas yang ada, hal ini menyebbakan generasi z mahir dalam melakukan multitasking. Dan kemampuan ini didukung oleh seringnya mereka menggunakan tenkologi dan internet dalam mengerjakan tugas tersebut. 

Nah, itu tadi penjelasan mengenai preferensi gaya kerja pada generasi z. Tidak ada salahnya untuk memulai mengadopsi dan beradaptasi terkait kondisi terkait generasi z seperti yang telah dipaparkan pada artikel ini guna mudah menarik gen z ke dalam perusahaan anda dan memiliki kelancaran dalam operasional kerja. Semoga artikel ini bermanfaat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *