Sempat Tersandung Kasus Rasisme di China, Ini yang Dilakukan UBS

IDXChannel – Perusahaan perbankan dan investasi asal Swiss, UBS Group, rupanya memilik

IDXChannel – Perusahaan perbankan dan investasi asal Swiss, UBS Group, rupanya memiliki concern khusus terhadap isu rasisme, seiring pengalaman buruk yang pernah dialaminya di kantor perwakilan perusahaan, di China.

Saat itu, tepatnya tiga tahun lalu, Kepala Ekonom Internasional UBS, Paul Donovan, tengah berkunjung ke China, dan dimintai pendapat terkait penyakit flu babi yang sedang merebak di Afrika dan dampaknya terhadap perekonomian di China.

“Harga konsumen di China naik, terutama oleh babi yang sakit (tertular flu babi dari Afrika). Apakah ini penting? Ya, kalau Anda adalah (penyuka/pemakan) babi China. Tapi, (penyakit itu) tidak terlalu penting bagi seluruh dunia,” ujar Donovan, saat itu, kepada media.

Lewat komentar tersebut, Donovan ingin menegaskan bahwa kasus flu babi merupakan isu yang relatif tidak terlalu penting di level dunia. Namun karena di China banyak masyarakat yang mengonsumsi daging babi, maka Donovan ingin mengingatkan bahwa kasus flu babi bisa saja menjadi penting, dan berpotensi mendongkrak harga konsumen di negara tersebut.

Sayang, komentar itu rupanya dimaknai lain oleh publik China. Masyarakat Negeri Tirai Bambu murka lantaran menganggap Donovan telah menyebut mereka dengan kata panggilan ‘babi’, sebagai bentuk hinaan berbau rasis. Karenanya, publik yang murka menuntut pihak UBS meminta maaf sekaligus memecat Donovan.

Tak ingin kejadian berulang, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (19/9/2022), UBS dilaporkan tengah membuka lowongan kerja untuk divisi manajemen kekayaan internasional, yang bertugas mendampingi tim kreatif dalam membuat seluruh konten yang akan dipublikasikan oleh perusahaan.

Tugas pendampingan tersebut meliputi verifikasi bahasa, nada dan materi konten, untuk dipastikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kebijakan menugaskan tenaga khusus untuk meninjau materi konten ini telah diterapkan dalam tiga tahun terakhir, sebagai langkah antisipasi agar perusahaan tidak lagi tersandung kasus serupa yang menimpa Donovan. (TSA)

Penulis: Nur Pahdilah

Pemilik Sumber Berita ini

Submit your response

Your email address will not be published.